Acetamiprid 25% + Thiamethoxam 25% WDG Insektisida Sangat Efektif

August 18, 2026

berita perusahaan terbaru tentang Acetamiprid 25% + Thiamethoxam 25% WDG Insektisida Sangat Efektif

Acetamiprid 25% + Thiamethoxam 25% WDG

Acetamiprid 25% + Thiamethoxam 25% WDG adalah insektisida sistemik berspektrum luas yang bersifat dua-aktif yang dirumuskan sebagai butiran yang larut dalam air.Ini menggabungkan dua senyawa neonicotinoid untuk memberikan knockdown cepat, pengendalian residu yang diperluas, dan spektrum yang lebih luas terhadap hama yang sulit untuk membunuh

Karakteristik Utama

  • Bahan aktif: Acetamiprid (25%) dan Thiamethoxam (25%)
  • Tipe formulasi: WDG (Granules Dispersible Water) ‡ larut dengan cepat dan merata dalam air untuk aplikasi semprot.
  • Cara Aksi: Racun sistemik, kontak, dan lambung.

Kategori tanaman utama yang berlaku:

  1. Tanaman Sawah
    • Beras: Fokuskan pada pengendalian lalat lalat padi, lalat lalat padi, dan lalat daun padi.
    • Gandum: Fokus pada pengendalian kutu babi dan trips gandum.
    • Jagung: Fokus pada pengendalian kutu kutu jagung dan belalang abu-abu.
    • Katun: Fokuskan pada pengendalian kutu kutu, kutu kutu dan kutu mirid.
  2. Tanaman Sayuran
    • Sayuran Solanaceous (Bula, Terong, Tomat): Fokus pada pengendalian lalat putih, lalat putih, kutu kutu, dan thrips.
    • Cucurbits (Cucumber, Watermelon, Cantaloupe): Fokus pada pengendalian kutu melon, lalat putih, dan thrips.
    • Sayuran Daun (Kola, Kubis, Salad): Fokus untuk mengendalikan kutu kutu dan kumbang kutu.
    • Buah kacang (Kidney Bean, Cowpea): Fokus pada pengendalian kutu dan trips kacang.
  3. Pohon Buah
    • Citrus: Fokus pada pengendalian psyllid sitrus (tidak termasuk tungau laba-laba), kutu kutu, dan penambang daun.
    • Apple/Pear: Fokus pada pengendalian kutu kutu spirea, kutu empedu, dan psyllid pir.
    • Peach/Cherry Trees: Fokus untuk mengendalikan kutu buah persik.
    • Buah anggur: Fokus untuk mengendalikan serangga hijau mirid dan leafhoppers.
  4. Tanaman Ekonomi
    • Pohon Teh: Fokus pada pengendalian belalang hijau bermata palsu dan kutu daun teh.
    • Tembakau: Fokus pada pengendalian kutu tembakau dan lalat putih.
    • Bunga dan Tanaman Hias: Fokuslah untuk mengendalikan berbagai kutu kutu, serangga skala, dan lalat putih.

Pestisida Sasaran dan Penggunaan

  • Pestis Dikendalikan: Aphids, whiteflies, thrips, leafhoppers, jassids, plant hoppers, dan memilih mengunyah atau membosankan serangga.
  • Tanaman yang Digunakan: Sering digunakan dalam beras, sayuran, pohon buah, pohon teh, dan tanaman ladang.
  • Manfaat sinergis: Menggabungkan kedua bahan aktif memperluas spektrum pengendalian hama, meningkatkan tingkat kematian awal,dan membantu mencegah atau mengelola resistensi dibandingkan dengan formulasi senyawa tunggal.

Keamanan dan Penanganan

  • Toksisitas: Diklasifikasikan sebagai neonikotinoid; berbahaya jika ditelan dan beracun bagi penyerbuk yang bermanfaat seperti lebah madu.
  • Tindakan pencegahan: Hindari penyemprotan selama periode mekar tanaman yang aktif atau jam puncak mencari makan lebah.

Panduan Aplikasi

  1. Persiapan dan Campuran
    • Campurkan terlebih dahulu: Larutkan butiran dalam ember kecil air sebelum menambahkan ke tangki semprot utama.
    • Tangki isi: Isi tangki semprotan setengah dengan air bersih.
    • Agitasi: Tuangkan larutan pra-campuran ke dalam tangki dan aduk atau goyangkan dengan baik.
    • Isi ulang: Isi volume tangki yang tersisa dengan air dan terus aduk.
  2. Tingkat Dosis Umum
    • Menyemprotkan Daun: encerkan 10 sampai 15 gram produk per 15 liter air.
    • Rate per Acre: Gunakan 80 sampai 120 gram per acre tergantung pada ukuran tanaman dan keparahan hama.
    • Volume air: Gunakan 150 sampai 200 liter air per hektar untuk menutupi seluruh lahan.
  3. Waktu Aplikasi
    • Deteksi Dini: Semprotkan segera setelah munculnya hama sasaran.
    • Kondisi Cuaca: Oleskan pada pagi hari atau larut malam untuk meminimalkan penguapan panas.
    • Hindari angin: Jangan semprot saat kecepatan angin melebihi 10 km/jam untuk mencegah drift kimia.
  4. Keamanan dan Keamanan Lingkungan
    • Perlengkapan Pelindung: Pakai lengan panjang, masker, kacamata pengaman, dan sarung tangan tahan kimia.
    • Keselamatan lebah: Hindari aplikasi saat tanaman berbunga atau ketika lebah aktif mencari makanan.
    • Interval Pra-Panen (PHI): Berhenti menyemprot setidaknya 7 sampai 14 hari sebelum panen (berbeda-beda tergantung tanaman).